Aji Kisworo Mukti | adzymaniac™

2 April, 2009

Dengerin Beep yang bernada

Diarsipkan di bawah: Iseng-Iseng Berhadiah, Pemrogramman, Perl Programming — Aji Kisworo Mukti @ 11:02 pm

Sering dengar nada Beep yang keluar pada saat kita menghidupkan Komputer?. Jangan “Spele-cation” dengan bunyi kuno tersebut, ternyata dengan bunyi tersebut dan ditambah dengan kreatifitas akan menjadikannya sebuah karya seni, Cieile..bahasanya.

Okey, ada sebuah project pada CPAN (module untuk Perl) yang bernama Audio-Beep. Dengan menambahkan module tersebut kita dapat menggunakan bunyi beep pada notasi-notasi tertentu. Yang saya coba dan bisa dimainkan dengan module tersebut adalah file Audio jenis MIDI, mungkin karena memang file audio jenis ini bisa diparsing dengan mudah. Siap, sekarang kita install.

Oh ya, saya memakai mesin Linux dengan Distro Debian (biar jelas), Pertama unduh paket Audio-Beep.

# wget http://search.cpan.org/CPAN/authors/id/G/GI/GIULIENK/Audio-Beep-0.11.tar.gz

Ekstrak file tersebut

# tar zxvf Audio-Beep-0.11.tar.gz

Masuk ke directory hasil ekstrak dan lakukan

# perl Makefile.PL
# make
# make test
# make install

Setelah installasi selesai, ya udah tinggal dipakai aja. Coba yang ini dulu.

# perl -MAudio::Beep -e ‘beep(21 + rand 1000, rand 300) while 1′

Okey ngak? hah? hah?. Mau mainin file MIDI? Bisa diatur..

perl -mAudio::Beep -0777e 'Audio::Beep->new->play(<>)' Kucing_garong.mid

Ingat!!, filenya MIDI yah. Okey, sekarang terjawablah sudah…apa mungkin kucing garong bisa dimainkan dengan Beep doank.

Tulisan ini juga dapat di temukan di neoteker.or.id

1 April, 2009

Tiny Core Linux yang Tiny

Diarsipkan di bawah: Linux Desktop, Ulasan — Aji Kisworo Mukti @ 2:56 pm

Tiny Core Linux is a very small (10 MB) minimal Linux Desktop. Itu merupakan kalimat pertama yang diusung Distribusi Linux ini. Tiny Core Linux menggunakan Kernel 2.6 based, Busybox sebagai pengganti coreutils, TinyX sebagai Xserver versi minimal, Fltk sebagai gui programming, dan Jwm sebagai Desktopya.

Tiny Core berjalan dalam RAM, artinya semua filesystem hasil mounting setelah initproccess di salin ke RAM. Dan alhasil secara performa akan lebih cepat dari pada filesystem yang berada di storage.

Tiny Core Linux Dock

Tiny Core Linux Dock

Selain itu yang unik, ada dock yang bernama wbar dan mirip dock pada OS X. Tiny Core Linux juga memiliki repository TCE/TCZ yang dapat diinstall melalui Apps Browser.

Distro ini dikembangkan Robert Shingledecker beserta Developernya yang lain. Dan yang menjadi perhatian saya adalah Distro ini tidak menggunakan Initramfs sebagai pengantar kernel untuk menggunakan filesystem, tapi justru filesystem dimasukan ke dalam initramfs yang normalnya dikenal sebagai initrd.gz.

Beranjak dari situlah alasan kenapa Distro ini hanya dapat diinstall sebagai “frugal install”, installasi yang hanya mengcopy semua yang ada dalam media bootable ke dalam HD. Artinya tidak diinstall normal layaknya Distro Linux yang lain. Tidak membentuk struktur standar directory pada Linux. Dan juga kenapa slogan Tiny Core “Tiny frugal Linux with Extensions”.

Tiny Core Linux Menu

Tiny Core Linux Menu

Robert Shingledecker, merupakan Mantan Developer Distro Mini Damm Small Linux (DSL) yang sakit hati, mungkin wawancara Distrowatch.com dengan beliau dapat menjawabnya.

Tulisan ini juga dapat ditemukan di neoteker.or.id

24 Desember, 2008

Reinstall GRUB Bootloader di MBR

Diarsipkan di bawah: Solusi, Ulasan — Aji Kisworo Mukti @ 12:07 pm
Tags: ,

Jadi ceritanya ini tidak hanya bagaimana menginstall ulang GRUB Bootloader pada Master Boot Record di Hardisk. Begini kasusnya, ada sebuah system yang sangat penting, mungkin seperti server yang kehilangan/kerusakan Bootloader-nya (Menu saat Boot). Dimana kita tidak boleh kehilangan system itu dan memang kita tidak kehilangan system itu, karena yang hilang atau rusak itu adalah Bootloadernya.

Sebenarnya Bootloader itu ada beberapa macam aplikasinya, antara lain LILO (Linux Loader) dan GRUB (Grand Unified Botloader). Yang sering digunakan sebagai Bootloader oleh Distribusi-distribusi Linux biasanya adalah GRUB, karena terdapat banyak kelebihan (dapat dibaca di web officialnya). Oke, langsung aja kita pecahkan studi kasus diatas.

Beberapa metode akan saya gunakan untuk beberapa Distribusi. Tapi semua konsepnya menggunakan Enviroment lain untuk mengedit system target.

Kita membutuhkan :

Menggunakan CentOS :

  • Boot melalui CD Installer CentOS.
  • Ketik linux rescue pada boot promt installasi untuk masuk ke rescue enviroment.
  • Ketik chroot /mnt/sysimage untuk nge-mount partisi target.
  • Ketik /sbin/grub-install /dev/hda untuk menginstall ulang GRUB Boot Loader, dimana /dev/hda adalah boot partition.
  • Reboot system target.
Menggunakan Ubuntu :
  • Boot melalui LiveCD Ubuntu.
  • Buka Terminal melalui, Applications > Accesories > Terminal
  • Ketik sudo grub untuk masuk ke applikasi grub.
  • Setelah berada dalam grub lakukan perintah berikut.

> root (hd0,0)
> setup (hd0)
> exit

  • Reboot dan keluarkan LiveCD, system target akan kembali seperti semula.

Menggunakan SuperGrubDisk :

  • Download iso filenya disini http://www.supergrubdisk.org/
  • Burning menjadi bootable dengan opsi iso image.
  • Boot melalui SuperGrubDisk.
  • Pilih “GRUB => MBR & !LINUX! (>2) MANUAL |8-)”
  • Pilih System target yang akan anda recover.
  • Pilih System target untuk boot.
  • Reboot dan selesai.

Tips :

Untuk Menu pada GRUB dapat di edit di /boot/grub/menu.lst

29 Nopember, 2008

Menginjak 17 Kota/Kab dalam 3 Minggu

Diarsipkan di bawah: Nyangkem — Aji Kisworo Mukti @ 2:33 pm
Tags:

Hufff…sebenernya masih capek, tapi aku sempat-sempatkan untuk menulis, karena nanti takutnya ada yang kelupaan kejadian-kejadian keren dan menakjubkan yang aku alami. Sebelumnya aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kasih sayangnya kepada diriku, sampai-sampai aku hampir ngak percaya apa yang aku alami.

Dan juga terima kasih untuk Pak Micheal S. Sunggiardi yang telah mengajak diriku, sekali lagi makasih ya.. Babe… ;)

Mulai dari kota pertama dan Kedua, Padang dan Solok. Bandara Minangkabau berada di pinggiran pulau alias deket pantai. Memang kebanyakan Bandara itu dipinggir pantai, memang sudah standar keliatannya. Di situ aku cuman di bandara aja dan langsung menuju kota yang lumayan terpencil Solok.

Solok kota yang dilewati jika hendak ke BukitTinggi. Kotanya kecil, sepi, pusat kota cuman pasar, belum ada mall, jangankan mall minimarket aja cuman beberapa.

Usut punya usut ternyata yang menyebabkan kota kecil itu tertinggal adalah tidak bolehnya orang etnis cina masuk ke kota itu, karena kata orang sana pemerintah kota takut kalau orang pribumi kalah berdagang dengan orang etnis cina.

Berbeda dengan kota padang yang terdapat sebuah kampung penuh dengan orang etnis cina. Di kota solok aku sempet jalan-jalan ke sebuah Danau yang lumayan besar, Danau Singkarak itu namanya. Sebenarnya tidak cuman danau yang ditawarkan orang sana, ada juga tempat pemandian air hangat tapi karena waktunya tidak memungkinkan jadi tidak kesana. Di danau Singkarak terdapat spesies ikan yang hanya ada disana, orang sana menyebutnya ikan Bilis. Mirip ikan wader kalau dijawa, tapi ini lebih gurih, dan mirip dengan ikan-ikan laut. Kok bisa ngomong gurih?, karena malem setelah dari Danau langsung dijamu makan dengan menu ikan Bilis :D .

Peserta pelatihan yang saya ajar disana sangat antusias dan aktif bertanya.

(lagi…)

25 Oktober, 2008

XBMC Media Center di Ubuntu

Diarsipkan di bawah: Linux Desktop, Ulasan — Aji Kisworo Mukti @ 8:30 pm
Tags: ,

XBMC adalah Media Center yang dapat berjalan di Linux, Windows, Mac OS X, dan juga Xbox. Tambahan fitur yang terbaru XBMC sudah support untuk Apple TV. Untuk review lebih lanjut mengenai XBMC dapat diakses di http://xbmc.org/.

Ok, anda tertarik? mari kita coba. Saya melakukan installasi di Ubuntu, jadi tinggal menambahkan repositorynya saja. Untuk support yang lain silahkan baca di http://xbmc.org/support/. Tambahan daftar repositorynya.

deb http://ppa.launchpad.net/team-xbmc-hardy/ubuntu hardy main

Setelah itu seperti biasa, update repository

sudo apt-get update

Langsung lakukan installasi, Saya memilih paket-paket yang perlu di install saja.

sudo apt-get install xbmc xbmc-skin-* xbmc-eventclients-* xbmc-scripts-example

Selain dalam bentuk installasi, XBMC juga tersedia dalam bentuk Live (Live CD dan USB). Gambar screenshootnya ada di http://www.flickr.com/photos/29133065@N05/




13 Oktober, 2008

Chromium web browser, Google Chrome based on linux and mac

Diarsipkan di bawah: 1 — Aji Kisworo Mukti @ 10:56 pm

Codeweaver mengeluarkan CrossOver chromium, web browser yang berbasis pada Google Chrome untuk Linux dan Mac. Walaupun sejatinya hanya memigrasikan binary windows ke linux dan mac. Seperti yang dilakukan pada tulisan saya kemaren http://adzymaniac.wordpress.com/2008/09/13/google-chrome-di-hardy/.

Walaupun hanya menggunakan crossover tapi mungkin dengan optimasi-optimasi lainnya, dan juga yang paling penting tersedia di beberapa paket binary distro dan juga source. Bisa di unduh di bawah sini

http://www.codeweavers.com/services/ports/chromium/

Kalau masih kurang yakin dengan Google chrome yang satu ini, silahkan tunggu Google Chrome asli yang rencananya akan dibuat untuk Linux dan Mac. Jadi…sabar aja.

ScreenShoot Google Chrome

ScreenShoot Google Chrome

11 Oktober, 2008

Belajar kompilasi OpenWRT

Diarsipkan di bawah: Ulasan — Aji Kisworo Mukti @ 11:36 am
Tags: ,

Kemaren habis baca blog barunya temenku, disitu dia nulis tentang OpenWRT. Tapi sayangnya disana tidak ada penjelasan masalah teknis. Jadi asal checkout dari subversion dan langsung dikompilasi. Ok, aku coba untuk sedikit yang aku pahami.

1. Checkout dari subversion

# svn checkout https://svn.openwrt.org/openwrt/trunk kamikaze

2. Setelah selesai, checkout lagi dari subversion untuk paketnya

# svn checkout https://svn.openwrt.org/openwrt/packages packages

Istilah checkout dalam subversion berarti mengambil file-file (download) yang ada diserver subversion, ada lagi satu istilah commit berarti mengupdate file yang ada di server subversion (upload).
(lagi…)

10 Oktober, 2008

Kenapa Widget plurk tidak jalan di wordpress.com?

Diarsipkan di bawah: Ulasan — Aji Kisworo Mukti @ 12:06 am
Tags: ,

Barusan nyoba widget plurk sama clowner, tapi ngak bisa-bisa karena ngak muncul ( Nah loh…bingung kan..)

Ternyata permasalahannya ada di Hosting yang digunakan wordpress.com tidak bisa menggunakan JavaScript. Jadi sistem akan menghapus apapun yang mengandung seperti ini :

<script type=”text/javascript”>

Solusinya, jika anda ingin widget dari plurk jalan…yang hosting sendiri lah boy…

Ini halaman yang bersangkutan http://faq.wordpress.com/2007/03/04/my-code-has-gone-from-my-widget/

Perasaan ni tulisan simple amat yah, ah biarin ngak masalah :D

29 September, 2008

Mudikku tidak membosankan

Diarsipkan di bawah: Nyangkem — Aji Kisworo Mukti @ 6:47 pm
Tags:

Baru seminggu aku krasan dijakarta, bersama teman-teman yang baru aku kenal saat aku disitu. Semua orang yang tinggal dikantorku sangat friendly sampai-sampai saat aku akan mudik pun dia yang membelikan tiket, Irul dia juga yang nganter aku ke terminal Grogol tempat dia mesen tiket. Cerita mudiknya akan aku mulai dari saat aku keluar dari kantor, Mangga 2 Square Blog E-29. Sekeluarnya dari kantor aku jalan kaki kearah kanan kemudian sampailah dijalan raya, kata irul kami akan naek angkot yang jelek dan bakalan penuh sesak.
(lagi…)

13 September, 2008

Google Chrome di Hardy

Diarsipkan di bawah: Linux Desktop — Aji Kisworo Mukti @ 3:04 pm
Tags: , ,

Cuman link aja … karena sudah ada yang menulisnya …

http://www.ubuntugeek.com/install-google-chrome-with-wine-in-ubuntu.html

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.